Surat untuk Diriku 10 Tahun Mendatang

Surat untuk Diriku 10 Tahun Mendatang**


Halo, diriku di masa depan.

Jika surat ini benar-benar terbaca 10 tahun dari sekarang, berarti kamu sudah jauh lebih dewasa dibanding aku yang sedang menulis hari ini.


Aku ingin tahu, bagaimana kabarmu? Apakah kamu masih punya mimpi yang sama, atau sudah berubah seiring perjalanan waktu? Apakah kamu masih menulis, masih suka kopi di pagi hari, atau malah punya kebiasaan baru yang sekarang belum terpikirkan?


Hari ini, aku menulis dengan penuh tanda tanya. Hidup masih banyak ketidakpastian, tapi aku berharap satu hal: semoga kamu tetap bahagia dengan pilihan yang kamu ambil. Semoga kamu tidak terlalu keras pada diri sendiri, karena aku tahu kadang kita suka menuntut lebih dari yang seharusnya.


Aku juga penasaran, bagaimana kabar orang-orang di sekitarmu? Apakah masih sering bertemu keluarga dan sahabat lama? Atau justru sudah bertambah banyak orang baru yang mengisi hidupmu? Jangan lupa ya, mereka bagian penting dari cerita yang kamu jalani.


Kalau ternyata hidupmu sekarang berbeda jauh dari bayanganku, tidak apa-apa. Karena aku percaya, setiap jalan yang kamu pilih adalah hasil dari keputusan-keputusan kecil yang aku buat hari ini. Dan aku berharap kamu bisa berdiri tegak, sambil menatap ke belakang dengan senyum, berkata: *“Aku tidak menyesal.”*


Untukmu di masa depan, tolong jangan berhenti bermimpi. Jangan takut mencoba hal baru. Dan kalau suatu saat kamu merasa lelah, ingatlah surat ini—bahwa kamu pernah punya semangat besar, meski sederhana, untuk terus maju.


Salam hangat dari dirimu di masa lalu. 🌿


---


Comments

Popular posts from this blog

Sehari dalam Hidupku: Peta Waktu dari Bangun Hingga Tidur

Jalan-Jalan Virtual ke Islandia Lewat Google Street View